ROTE....semua cerita berawal dari sini (1) #PTRB



ROTE
semua cerita berawal dari sini…





Pada tanggal 21 Maret lalu, aku menjejakkan kaki kedua kalinya di tanah leluhur, yakni Pulau Rote, tetapi tujuan kali ini berbeda dengan tujuan pertama ketika menjejakkan kaki pertama kalinya pada tanggal 30 Desember 2012. Kalau dulu aku dan saudara-saudaraku sangat penasaran dengan tanah leluhur kami sehingga kami berusaha untuk mengelilingi semua tempat-tempat indah dengan waktu yang singkat, maklum saja waktu itu kami sampai tanggal 30 Desember dan kami harus ada di Kupang tanggal 31 Desember untuk merayakan acara kunci tahun bersama keluarga besar di Kupang. Tetapi beberapa minggu lalu, tujuanku ke tanah leluhurku itu untuk melihat lokasi penempatan kantor Notaris yang akan aku dirikan bila aku sudah sah dilantik menjadi Notaris di Kabupaten Rote Ndao.


Pilihan untuk mendirikan kantor Notaris di Rote sebenarnya membutuhkan proses pertimbangan serta pemikiran yang panjang. Pada awalnya aku sangat bersemangat untuk membuka kantor di Labuan Bajo karena pada akhir tahun 2010 aku dan keluargaku pernah berlibur disana, dan didukung pula dengan keluargaku yang tinggal di Labuan Bajo. Seiring waktu, aku pun berubah pikiran untuk memilih lokasi penempatan di Kabupaten Kupang, selain dekat dengan orang tuaku, aku juga sudah mulai betah tinggal di kota kelahiranku ini. Tetapi di sekitar awal bulan Februari, aku mulai tertarik untuk membuka kantor di Atambua. Namun lagi-lagi aku pun mengubah pikiranku lagi dan hasil perubahan rencana tersebut juga merupakan hasil pertimbangan orang tuaku  juga keluarga besarku. Kata Papa, Rote berpotensi besar untuk perkembangan karirku, dan Notaris tempatku magang saat ini juga pernah menyatakan pendapatnya kalau aku lebih baik membuka kantor Notaris di Rote, karena memang belum ada Notaris disana jadi jika aku membuka kantor disana, itu berarti aku akan menjadi Notaris pertama disana. Responku ketika pertama kali mendengar pendapat beliau “Yahh tapi saya kan perempuan pak…gak berani sendirian disana…” dan beliau menjawab dengan santainya “loh emang kalo di tempat lain kamu berubah jadi laki-laki? Ngapain takut? Mau dimana penempatan kamu tetap jadi perempuan lagipula profesi ini memang harus berusaha sendiri tidak seperti profesi lain yang membutuhkan kerjasama orang lain”. Saat itu aku hanya tersenyum ragu dan meyakinkan diriku sendiri, “yakin mau buka kantor disana?” Ditambah lagi dengan stigma-stigma kalo buka usaha di tanah Rote harus hati-hati, karena tahulah orang rote dengan otak rote itu gimana (dalam artian negatif).


Namun semakin lama waktu berjalan, pikiran-pikiran negatif itu mulai hilang sendirinya. Aku mulai berpikir positif, kalau aku jadi Notaris pertama disana, tentu saja banyak klien berdatangan karena mereka tidak perlu lagi naik kapal untuk membuat akta di Kupang, apalagi banyak tempat-tempat indah disana yang membuatku bisa refreshing sesuka hatiku bila aku merasakan kejenuhan. Selain itu, transportasi untuk perjalanan Kupang-Rote begitu sebaliknya semakin dipermudah dengan adanya armada kapal feri cepat yang hanya memakan waktu satu setengah jam setiap harinya, begitu pula dengan penerbangan pesawat sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan rute Kupang-Rote, Rote-Kupang dengan waktu tempuh 15 menit saja setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu. Dengan pikiran positif itu, aku pun semakin bersemangat untuk membuka kantor Notaris disana, dan Puji Tuhan tujuanku ke Rote beberapa waktu lalu tercapai sudah, jalanku seakan dipermudah oleh Tuhan untuk mendapat lokasi lahan yang strategis.


Bila menoleh lagi ke belakang, aku benar-benar merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Mungkin banyak orang melihat kesuksesanku sekarang berjalan mulus-mulus saja, tetapi mereka tidak mengetahui banyak kesukaran yang aku alami selama aku berproses hingga saat ini. Seperti janji Tuhan dalam Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu..yaitu rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan, aku percaya rancangan Tuhan dalam hidupku sudah tertulis dalam kitabNya, bahkan Ia pun berkata dengan tegas “Aku sekali-sekali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Dalam Matius 7:7 pun Tuhan juga berjanji pada kita “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Dari nats-nats itulah aku yakin Tuhan tidak akan meninggalkan aku sendirian tetapi ada satu nats yang selalu aku pegang dalam hidupku yakni “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Matius 6:33).

Ketika kita mengutamakan Tuhan dalam hidup kita, yakinlah Tuhan akan memberikan kita berkat-berkat yang tidak akan kita duga sebelumnya.  Begitu pula dengan hal pasangan hidup, dulu sempat aku berpikir, apa aku menikah dulu ya baru buka kantor? Karena aku ingin rumah dan kantorku dalam satu lokasi yang sama, apakah penempatan kantorku mengikuti keberadaan pasangan hidupku atau aku mendapat pasangan hidup ketika aku sedang membangun kantor? Banyak pertanyaaan-pertanyaan dalam benakku yang hingga saat ini jawabannya belum aku temukan.  Hingga pada suatu waktu aku menemukan status di facebook dari seorang kakak walaupun dilihat dari silsilah keluarga ia adalah tanteku. Waktu itu ia menulis status seperti ini :
adam sedang sibuk mengerjakan tanggung-jawabnya di eden ketika Tuhan memperhatikan dia dan berpikir "tidak baik jika adam hanya sendirian, Aku akan menyediakan penolong hidup baginya"
jadi, temukanlah eden-mu dulu, kerjakan tanggung-jawabmu di sana dengan segenap hati sebagaimana Tuhan menjadikanmu. tenang-tenanglah, Dia memperhatikan semua kebutuhanmu, termasuk menyediakan sang penolong hidup bagimu \
~kumurkumur

Dari status itulah, aku percaya Tuhan sudah menyediakan penolong yang terbaik untukku di waktu yang tepat.  Jadi saat ini aku akan fokus untuk mengerjakan “Edenku” yang akan ku bangun di Rote, tetap tenang, gak perlu panik karena waktu Tuhan itu lebih indah dan Ia tidak pernah terlambat untuk menjawab doa anak-anakNya yang taat dan setia melakukan kehendakNya.


                                                                                                                                                           Kupang, 12 April 2015




Nb: Tulisan selanjutnya akan diteruskan oleh saudari Ester Damaris.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kecaplah dan Lihatlah Betapa Baiknya Tuhan

Proyek Tulisan Renungan Berantai

Happy Birthday Ris :)