Kecaplah dan Lihatlah Betapa Baiknya Tuhan



Kecaplah dan Lihatlah Betapa Baiknya Tuhan
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya! (Amsal 34:9)


Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu,
rasakan dan nikmati kasih setia Tuhan (2 x)
Syukur bagimu Tuhan, segala hormat bagiMu Tuhan..
Allah yang mengasihiku, Allah yang memeliharaku, selamanya..

Lirik lagu diatas benar-benar menguatkan aku disaat aku telah diselamatkan Tuhan dari kesesakanku. Banyak hal baik yang aku terima dari Tuhan namun seringkali pula Tuhan memberikan ujian untukku yang bertujuan untuk mengujiku apakah imanku tetap kuat atau tidak?

Ujilah aku Tuhan..cobalah aku Tuhan..selidiki batinku dan hatiku..mataku tertuju padaMu…

Ketika Tuhan memberi ujian, seringkali aku lupa bahwa Tuhan yang memiliki hidupku dan semua jawaban ujian berada di Alkitab, aku berpegang pada pengertianku sendiri, aku bersandar pada manusia dan ketika masalahku semakin menghimpitku seperti air yang sudah berada dihidungku, aku hampir tenggelam, lalu kusadari bahwa pengertianku terbatas, manusia pun mengecewakanku, Allahkulah yang sanggup menolongku dari himpitan hidupku.

Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah (Mazmur 62-3).

Sejak hari pertama pembukaan kantor bulan tertanggal 19 Oktober 2015 sampai saat ini, sebelum melakukan pekerjaan, kami yakni aku dan para staffku selalu membukanya dengan beribadah bersama, aku memilih nats alkitab yang akan dibaca pada hari itu, pemilihan nats aku pilih  sendiri ketika aku membuka-buka Alkitab sebelum memulai ibadah, aku sesuaikan dengan nasehat/tips/teguran/pikiran apa yang hendak ingin kusampaikan pada staffku terlebih untuk diriku sendiri, kalau belum mendapat inspirasi, aku mencari di buku renungan maupun renungan-renungan yang dibagikan di Facebook oleh saudara seiman. Puji Tuhan, setiap firman yang kami baca selalu menguatkan kami bahkan tatkala menegur kami supaya kami tetap teguh dalam iman pada situasi apapun juga. Staffku sudah kuanggap saudaraku sendiri, mereka juga senantiasa mengingatkanku agar aku tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal, jangan putus berdoa dan berharap. 

Jujur saja di  bulan pertama aku tinggal di pulau Rote ini, aku merasa tidak betah karena bosan, setiap malam aku selalu mencari orang untuk kutelpon, tak jarang aku menangis sendiri sambil membesarkan volume lagu di laptopku namun lama-kelamaan aku merasa itu tidak ada gunanya, yang ada kegalauanku makin bertambah. Aku mulai berdamai dengan keadaanku, aku harus berubah, aku harus menjadi manusia yang lebih baik lagi, aku tahu ada maksud Tuhan ketika aku ditempatkan disini. Aku pun mencari kesibukan lalu aku teringat kalo aku sudah lama tidak menulis di blog, aku mulai menulis..menulis dan menulis. Selain menulis aku pun menyicil belajar untuk ujian PPAT, pada setiap hari Minggu, aku pun selalu merencanakan kunjungan ke rumah sanak saudara yang berada di sini sekaligus refreshing melihat pantai maupun dermaga. Aku belajar dan berproses untuk menikmati bahwa kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri, kebahagiaan datang dari hal-hal sederhana, tidak perlu tempat yang mewah untuk sekedar nongkrong, cukup dengan modal 50 ribu, untuk beli bensin 2 liter dan minuman bersoda, setelah capek berkeliling, cukup pilih tempat di dermaga untuk menunggu sunset, duduk menghadap laut, menikmati desiran angin laut di wajahmu, mendengar suara ombak maka percayalah kepenatanmu akan berkurang.

Sanak saudara dan teman kau beri kepadaku, berkat terindah ialah ku jadi anakMu..

Menjelang bulan Natal lalu, Tuhan memberi kesempatan padaku untuk menjadi bagian dalam keluarga besar Rayon Betania, bermula dari kunjunganku kerumah ibu Pendeta, lalu diajak untuk mengikuti rapat Natal Rayon, persiapan Natal, hingga mengikuti ibadah Natal Rayon Betania. Selain mengikuti Natal Rayon, aku juga sempat mengunjungi persiapan Natal PAR di gereja karena tanteku juga aktif di jemaat maka beliau pun mengajakku untuk datang. Aku bersyukur perlahan aku mulai dikenal oleh jemaat disini dan mengenal mereka.

Berharaplah…jangan pernah berhenti harap padaNya, sekalipun hilang semua harapanmu..tetaplah percaya..Tuhan mengasihimu, tak pernah ia biarkan kau sendiri..

Di awal tahun 2016 ini, aku mulai dihadapkan beberapa persoalan yang sangat mengganggu pikiranku, tak mau berlama-lama galau aku  mencari jawaban persoalan tersebut dalam Alkitab dan Tuhan memberi jawabannya pada Roma 5:3-5 “dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Nats tersebut telah aku baca berulang-ulang kali dari aku mulai mengenal Tuhan secara pribadi, nats tersebut selalu memberikanku pengharapan bahwa ketika aku sedang berada dalam kesesakan, akan selalu ada pengharapan bagi anak-anak Tuhan yang percaya padaNya. Seperti pada  surat Yakobus, hamba Allah, pada Yakobus 5 :7, 11,  (7) Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi; (11) Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun;kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Ketika aku membaca nats ini, aku seperti mendapat kekuatan baru, aku meyakinkan pada staffku bahwa apa pun yang terjadi kami harus tetap sabar,dan tetap tekun dalam pengharapan. Tetapi ketika ku sedang sendiri, masalah tersebut berputar lagi dalam pikiranku, aku tidak bisa konsen untuk bekerja, aku berdoa dan memohon ampun pada Tuhan jika aku mengeluh lagi. Aku diuji untuk berserah secara total 100 % bukan 50 %. Tak lama kemudian jawaban doa dan para staffku terjawab, dan jawaban selanjutnya hadir lagi pada hari ini.


Jika aku berada dalam kesesakan Engkau mempertahankan hidupku ini, dan tangan kananMu menyelamatkan aku, Yesus akan menyelesaikan bagiku…
Ku bersyukur buat kasihMu..yang tak pernah berubah…
Ku bersyukur tuk kebaikanMu sekarang dan selama-lamanya…





Comments

Popular posts from this blog

Proyek Tulisan Renungan Berantai

Happy Birthday Ris :)